Catatan Peristiwa PSM I - PTM Makassar oleh Wahyudi Juanda (Staf kesekretariatan)
Pekan Seni Mahasiswa I Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PSM-PTM) seluruh Indonesia di Makassar telah selesai, pelaksanaannya dari tanggal 14 S/D 16 September 2012 lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya hingga tanggal 17 September 2012. Itu pun atas kebijakan panitia pusat seluruh tangkai lomba dipadatkan bahkan lomba yang dimulai dari jam 8.00 pagi hari hingga pukul 3 pagi hari. Semua orang bertanya kenapa sampai pelaksanaan acara demikian terkesan dipaksakan? Tentu panitia pusat punya pertimbangan tersendiri; antara lain penghematan biaya, pertimbangan tugas-tugas lain oleh dewan juri yang didatangkan dari berbagai daerah di pulau Jawa dan Sumatera, disamping banyaknya peserta yang harus pulang terlebih dahulu karena peserta telah membeli tiket PP dan harus mengejar jadwal penerbangan dan pelayaran.
Namun, paling tidak dengan dipadatkannya acara panitia lokal yang semula telah menyusun draft dan skenario acara menjadi bulan-bulanan dikarenakan seluruh jadual yang telah tersusun rapi sesuai agenda menjadi blunder dan harus bekerja keras memikirkan hal terbaik untuk mensukseskan acara, selian itu beberapa pemondokan, penginapan dan fasilitas lain yang telah full booking hingga tanggal 17 September 2012, harus diulas kembali ke pihak yang bersangkutan, untung-untung pihak yang mau mengerti dan menerima segala perubahan ini, tetapi bagi pihak tenant yang masih kaku dan bersikeras untuk tidak mau mengerti dan menerima kondisi seperti itu tetap komitmen dan bersikukuh untuk mengenakan pembiayaan yang sepenuhnya, sehingga panitia menjadi jorjoran untuk memikirkan solusi terbaik.
Disamping kepanitiaan kali ini menjadi hal baru di persyarikatan Muhammadiyah tentu masih harus berlajar banyak untuk memanage kerja yang terbilang besar, besar karena keinginan masing-masing peserta pun menjadi berbeda-beda; kedatangan (penjemputan), keberangkatan (pengantaran) pelabuhan laut dan udara.
Sesungguhnya panitia yang direkrut dari seluruh unsur lembaga mahasiswa se universitas Muhammadiyah Makassar yang jumlahnya 135 orang, yang aktif tidak mencapai 5 persen dari seluruhnya, sehingga pekerjaan menjadi sangat berat dan porsi kerja pun menjadi sesak oleh sebahagian panitia yang harus bekerja non stop dikarenakan panitia yang lain menghilang entah kemana.
Telah disadari bahwa pekerjaan apa pun pastilah tidak akan terlepas dari segala resiko tentu saja yang bisa diprediksikan hanyalah bagaimana meminimalis resiko itu dan mempertimbangkan ke-efektifan kerjanya, tentu saja manjadi hal dan catatan tersendiri untuk diingat bahwa MEMBANGUN KOMUNIKASI antara setiap person di lini kerja itu sangat penting. Jalur-jalur komunikasi via email, telpon pun menjadi sangat penting, padatnya komunikasi selama kurun waktu pelaksanaan itu pun tak terelakan, SMS yang telat sampai, kesibukan line telepon pun menjadi hal yang sangat membuat lambat pekerjaan.
Resiko paling berat menghadapi kerja bertaraf nasional itu adalah munculnya berbagai umpatan semua pihak, dari sekdar cibiran biasa, hingga umpatan yang seolah memabukkan. Sudahlah apa pun yang menjadi kekurangan panitia selama kegiatan itu berlangsung toh menjadi kehilafan panitia pun telah mampu diselesaikan denga besar hati serta kepercayaan diri dan sifat egaliter para kader Muhammadiyah yang mantap. Terima kasih sampai ketemu di PSM-PTM II di kota Malang Jawa Timur.
.jpg)
No comments:
Post a Comment